Lacakkjambi.com|Tanjab Timur– Wisuda Sarjana Angkatan Ke-X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak bukan sekadar seremoni pengukuhan 150 lulusan. Di balik toga dan prosesi akademik tersebut, tersimpan dampak lain yang turut dirasakan masyarakat, yakni meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha lokal Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sabtu 5/09/2026.

Digelar di wilayah daerah, perhelatan akademik ini menghadirkan 150 wisudawan bersama keluarga serta tamu undangan dari berbagai wilayah. Kehadiran mereka secara tidak langsung menciptakan pergerakan ekonomi yang menyentuh berbagai lini usaha masyarakat.
Mulai dari hotel dan penginapan, rumah makan, restoran, UMKM, jasa transportasi, tata rias, dekorasi, hingga fotografi, sejumlah sektor usaha ikut merasakan geliat aktivitas masyarakat selama rangkaian kegiatan wisuda berlangsung.

Bagi pelaku usaha lokal, kedatangan keluarga wisudawan dan tamu dari luar daerah menjadi peluang tersendiri. Kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi hingga dokumentasi membuat aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih bergairah.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa sebuah kegiatan pendidikan yang digelar di daerah dapat memberikan efek berantai atau multiplier effect terhadap sektor ekonomi masyarakat.

Institut Islam Al-Mujaddid Sabak menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi di daerah idealnya tidak hanya berorientasi pada proses pendidikan di dalam kampus.
Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah, termasuk mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Semangat tersebut tercermin dalam pelaksanaan Wisuda Sarjana Angkatan Ke-X. Momentum akademik dimanfaatkan sekaligus sebagai ruang untuk memperkuat hubungan antara kampus, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak boleh tumbuh sendirian. Kampus harus tumbuh bersama masyarakat dan mampu memberikan dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi bagi daerah,” demikian semangat yang diusung Institut Islam Al-Mujaddid Sabak.
Dengan demikian, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang berhasil diwisuda, tetapi juga dari sejauh mana lulusan dan institusinya mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan serta daerah tempat kampus itu tumbuh.
Wisuda Sarjana Angkatan Ke-X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak juga semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting.
Di antaranya H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si., Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Prof. Dr. H. Kasful Anwar Us, M.Pd., Koordinator Kopertais Wilayah XII Jambi sekaligus Rektor UIN STS Jambi, serta Assoc. Prof. Dr. Agustianto Mingka, M.A., Ketua DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia dan Anggota Pleno DSN-MUI, yang hadir sebagai Orator Ilmiah.
Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan adanya perhatian dan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sebanyak 150 mahasiswa yang diwisuda kini memasuki fase baru dalam perjalanan mereka. Gelar akademik yang diperoleh bukanlah akhir, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu dan mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, produktif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di tengah perubahan zaman.
Bagi Kabupaten Tanjung Jabung Timur, semakin banyaknya generasi terdidik tentu menjadi modal penting dalam membangun daerah.
Karena itu, Wisuda Ke-X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak bukan hanya tentang toga, ijazah, dan prosesi akademik. Di baliknya ada 150 harapan baru, perputaran ekonomi masyarakat, serta komitmen untuk terus melahirkan SDM unggul bagi Tanjung Jabung Timur.
Dari kampus untuk masyarakat. Dari ilmu untuk pembangunan. Dari Tanjab Timur untuk masa depan.(Red)

